Pilih Headset: Wired vs Wireless?

Diposting pada

Headset menjadi perangkat elektronik yang sering digunakan, baik untuk mendengarkan musik, menelpon, meeting online dan sebagainya. Keberadaan alat ini menjadi salah satu pelengkap atau aksesori yang paling dibutuhkan untuk bermacam gadget. Penyebutan headset seringkali digunakan untuk menyebut headphone, handsfree, earphone, in ear monitor dll. Meskipun alat-alat tersebut memiliki beberapa perbedaan, namun kita pada umumnya menyebutnya dengan satu nama yaitu headset. Misalnya pada headphone dan headset, yang memiliki sedikit perbedaan. Pada headset terdapat mikrofon sehingga dapat digunakan untuk berkomunikasi 2 arah seperti menelpon, sementara pada headphone tidak ada mikrofon sehingga hanya bisa untuk mendengarkan saja. Hal ini berbeda lagi dengan earphone yang memiliki dimensi lebih kecil dan tidak menutupi telinga. Namun, seperti telah disebutkan diatas, pada umumya kita menyebut semua barang tersebut dengan nama headset saja. Begitupun headset yang dimaksud pada artikel ini, mencakup alat dengar tersebut.

Dari segi spesifikasi, headset yang saat ini beredar telah memiliki beberapa fitur seperti noise canceling baik pasif maupun aktif, koneksi wired (menggunakan kabel) maupun wireless / tanpa kabel biasanya menggunakan bluetooth. Kedua tipe koneksi ini memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Wireless headset mungkin terlihat lebih modern dan canggih, namun disisi lain penggunaan wired headset juga lebih mudah dan praktis. Kualitas suara pada kedua tipe headset (wired dan wireless) akan bergantung pada banyak faktor. Pada wired headset sinyal suara akan mengalami distorsi / gangguan yang relatif lebih sedikit karena sinyal dihubungkan langsung menggunakan kabel. Sehingga suara yang dihasilkan relatif mendekati suara aslinya (hifi). Sementara pada teknologi wireless, distorsi sinyal suara mungkin lebih banyak, karena sinyal dihubungkan menggunakan transceiver (tx) dan receiver (rx) bluetooth. Biasanya bergantung jarak, derau sekitar, adanya benda penghalang dll. Selain itu penggunaan bluetooth juga akan menyebabkan adanya sedikit delay suara beberapa mili detik. Namun kembali lagi hal ini juga dipengaruhi oleh kualitas dari perangkat-perangkat tersebut. Mengingat kemajuan teknologi membuat keterbatasan pada wireless headset hampir tidak terlihat . Dengan bluetooth yang lebih baik delay menjadi tidak terasa, dan kualitas suaranya mendekati aslinya (hifi). Namun tentu perangkat yang memiliki kemampuan ini memiliki harga yang relatif lebih mahal dari wired headset dengan kemampuan setara.

Terlepas dari kemampuannya, ada salah satu hal yang paling menjadi pertimbangan dalam menentukan antara memilih wired dan wireless headset, yaitu kepraktisan penggunaannya. Dari segi kenyamanan munkin headset wireless lebih nyaman, karena tidak ada lagi kabel yang mengganggu, namun dari kepraktisan penggunaan headset wired mungkin lebih praktis bagi sebagian orang. Pada wired headset , penggunaannya tinggal colok saja (plug and play) tanpa takut kehabisan baterai. Sementara pada wireless headset , karena bergantung pada daya baterai pengguna harus memperhatikan daya nya. Kegiatan mengisi ulang (recharge) menjadi kegiatan yang membosankan bagi sebagian orang. Kadang kita lupa untuk mengisi ulang, meskipun mengisi daya ini hanya tinggal colok saja, namun kadang kita malas untuk melakukan nya. Apalai jika sudah terlalu banyak memiliki perangkat yang harus di charge seperti hp, laptop, tablet, smartwatch dll. Terbayangkan jika kita lupa men charge headset kemudian di perjalanan kita membutuhkan headset tersebut. Kalaupun ada fasilitas untuk charge kita harus membawa charger nya dan mengecasnya juga harus menunggu beberapa saat sampai baterai terisi, ribet bukan? beda dengan headset berkabel yang tinggal pasang saja tanpa takut kehabisan daya. Namun hal yang menyebalkan dari headset berkabel / wired ini yaitu ketika kabelnya kusut, sehingga harus dirapikan sebelum digunakan. Kabel yang sering kusut ini juga menyebabkan kabel mudah putus, sehingga seringkali headset bermasalah. Seringnya muncul suara kresek-kresek, headset mati sebelah bahkan mati total. Selain itu konektor / jack juga sering bermasalah bahkan sering kurang cocok dengan lubangnya padahal tipe nya sama. Bicara soal jack audio 3.5 mm yang merupakan standar kebanyakan jack headset, akhir-akhir ini banyak pabrikan handphone yang telah menghilangkannya pada produk terbaru. Meskipun tersedia konverter USB C ke jack 3.5 mm namun tentu hal ini tidak praktis. Sehingga wireless headset akan menjadi pilihan yang banyak digunakan.

Pada akhirnya memilih headset berkabel atau tanpa kabel kembali lagi ke selera dan kebutuhan masing-masing. Bahkan mungkin kita memerlukan keduanya.

Sekian tulisan kali ini, terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *